Secuil Fakta Mengenai Kasus Plagiarisme

Seperti yang kita telah ketahui bahwa isu dugaan plagiat yang menimpa pada tiga orang calon guru besar di UPI sudah menjadi berita yang ramai dibicarakan di masyarakat, khususnya di lingkungan civitas akademik UPI. Sebelumnya, mari kita membahas lebih dalam mengenai salah satu syarat pengajuan guru besar.  Salah satu persyaratannya adalah pembuatan jurnal ilmiah, dimana salah satu syarat pengajuan itulah yg diduga diplagiat oleh ke tiga calon guru besar UPI. Pada awal berita ini masuk ke masyarakat, diisukan bahwa salah satu calon guru besar di UPI menjiplak karya mahasiswa Unpad mengenai ilmu politik,seperti yang di beritakan harian Tribun Jabar Kamis, 1 Maret 2012, “Tiga dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bergelar doctor diduga telah melakukan plagiarism pada karya tulisnya yang di ajukan ke Direktorat Pendidikan Tinggi sebagai syarat untuk menjadi guru besar. Bahkan satu diantaranya diduga menjiplak sebuah karya tulis mahasiswa program doktor Unpad”, pihak Unpad membenarkannya dan menyebut bahwa oknum plagiator itu berasal dari universitas tetangga UNPAD,itu di sebutkan dalam harian Pikiran Rakyat, Kamis, 1 Maret 2012, “Namun Engkus tidak diberitahu siapa yang telah menjiplak karya mahasiswa UNPAD itu. Dikti hanya memberitahu kalau tulisan itu adalah tulisan dosen PTN tetangga UNPAD”, namun beberapa hari kemudian isu itu berkembang. Kemudian muncul berita di harian tempo bahwa oknum dosen yang plagiat itu bukan dari UPI. Pernyataan itu di perkuat oleh pernyataan dari pihak UNPAD di harian Tempo 05/03/12

Image

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2012/03/05/079388081/Satu-Lagi-Kasus-Plagiat-di-Bandung

Bila kita merujuk pada pernyataan pihak UNPAD tersebut, kita bisa pastikan bahwa isu yg selama ini santer beredar, bahwa calon guru besar UPI diduga terlibat kasus penjiplakan karya mahasiswa UNPAD dapat terbantahkan. Lalu siapakah yg menjiplak karya mahasiswa UNPAD yang membahas tentang Ilmu Politik itu? Pihak UNPAD hanya bersedia memberikan keterangan bahwa itu Perguruan Tinggi tetangga UNPAD. Ya, kita hanya bisa berspekulasi, Perguruan Tinggi tetangga Unpad yg terletak di Jatinangor dan Dipatiukur apa saja.

Lalu, plagiat apakah yang dilakukan ketiga calon guru besar di UPI, yang akhir-akhir ini menjadi pembicaraan hangat dimasyarakat? Mungkin itulah pertanyaan yang muncul dibenak kita. Banyak spekulasi-spekulasi yang muncul, baik itu pro atau kontra. Itu wajar karena pihak yg bersangkutan sendiri tidak memberikan keterangannya secara resmi,  sehingga pemberitaan seolah memojokan salah satu pihak saja. Hal ini menyebabkan munculnya spekulasi-spekulasi liar dan ditambah lagi pemberitaan media, sehingga munculah berbagai macam tanggapan masyarakat seperti aksi demonstrasi dan artikel-artikel yang bermunculan diberbagai media. Tulisan ini akan membuka sedikit fakta tentang kasus yang beredar agar tercipta fakta penyeimbang, sehingga masyarakat bisa menilai dari dua sudut pandang yang berbeda.

Sebelumnya mari kita cari tahu definisi plagiarism. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, plagiarisme adalah penjiplakan yang melanggar hak cipta, yaitu hak seseorang atas hasil penemuannya yang dilindungi oleh undang-undang. Plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan/pendapat sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atau memakai pendapat seseorang tanpa menyertakan kutipan.

Setelah kita mengetahui apa itu plagiarisme, kita akan bisa menilai fakta-fakta yang akan saya sajikan berikut ini.

Image

Image

Buku ini merupakan kumpulan jurnal yang terakreditasi secara nasional yang di terbitkan oleh UIN, yang didalamnya memuat beberapa artikel hasil karya tulis ilmiah dari beberapa penulis, termasuk para calon guru besar UPI. Pihak yang menduga adanya kegiatan plagiarisme menduga bahwa penulis karya ilmiah hanya yang tercantum pada cover buku dan menduga penulis yang tidak tercantum namanya discover dianggap hanya menyisipkan karya ilmiahnya ke dalam buku tersebut tanpa sepengetahuan redaktur. Padahal sebenarnya tercantum nama-nama lain pada daftar isi, yang karya-karyanya ikut dimuat dalam buku tersebut.

Kemudian tim pencari fakta mendatangi redaktur untuk membuktikan apakah tulisan yg di muat tersebut di sisipkan atau tidak.

Image

Foto diatas merupakan daftar isi dari buku kumpulan jurnal Dialektika Budaya, dimana didalamnya dimuat dua jurnal hasil karya dua calon guru besar UPI.

Berikut adalah surat pernyataan dari dewan redaksi yang menyatakan bahwa tulisan itu adalah benar dan asli karya penulis yang bersangkutan, sehingga kesimpulannya adalah dugaan penyisipan karya tulis pada buku kumpulan jurnal Dialektika Budaya tidak terbukti. Dengan kata lain, artikel yg dimuat dalam buku kumpulan jurnal tersebut adalah sah dan asli tanpa penyisipan.

Image

Image

Dugaan berikutnya adalah terjadinya plagiarisme pada salah satu artikel calon guru besar UPI yang dimuat dalam buku kumpulan jurnal Dialektika Budaya. Untuk membuktikan dugaan tersebut, tim falidasi telah melakukan ferifikasi terhadap artikel tersebut.

Image

Image

Kalimat diatas dianggap plagiat dikarenakan tidak tercantumnya sumber pada daftar pustaka.

Image

Gambar: Daftar Pustaka pada buku kumpulan jurnal Dialektika Budaya setelah dipangkas dari jurnal yang asli.

Yang bersangkutan mengklarifikasi bahwa kesalahan itu terjadi karena pemangkasan jurnal asli, yang pada awalnya 21 halaman menjadi 14 halaman karena permintaan penerbit dan keterbatasan kapasitas halaman dijurnal. Pihak penerbit memberitahukan perihal pemangkasan tersebut tersebut sangat mendadak. Yang bersangkutan menganggap bahwa isi jurnal tidak bisa dipotong, sehingga beliau memangkas daftar pustaka yang awalnya mencapai 4 halaman menjadi setengah halaman. Seperti klarifikasi yang dimuat dalam harian Pikiran Rakyat Kamis, 8 Maret 2012, “Saya akui, ini keteledoran saya yang memangkas halaman daftar pustaka. Karena dalam artikel yang lengkapnya, semua ada. Tetapi, Dikti hanya memeriksa berdasarkan tulisan yang terbit dalam jurnal,”.

Berikut adalah gambar daftar pustaka pada jurnal yang asli.

Image

Gambar: Daftar Pustaka pada jurnal asli terdiri dari 4 halaman.

Berikut adalah gambar perbandingan halaman dari jurnal yang asli dengan jurnal yang telah dipangkas.

Jurnal asli:

Image

Image

Jurnal yang sudah dipangkas:

Image

Image

Tulisan ini mencoba untuk memberikan fakta yang terjadi terkait pada kasus plagiat yang baru-baru ini menjadi berita yang hangat di bicarakan. Semoga tulisan ini bisa memberikan pandangan baru agar kita bisa menilai kasus tersebut dari berbagai sudut pandang. Pada akhirnya hanya hati nurani kita lah yang bisa menjawab, apakah itu murni plagiat atau bukan?

*Tulisan ini boleh di kutip selama mematuhi aturan kutipan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.